Hubungan Lain Suami Dan Mertuaku
Masih dengan ekspresi tenang, Anaya menimpali Maida, “Terserah jika Mama tidak percaya, tidak masalah untukku. Lagi pula, bukankah percuma aku mengadu pada Mas Fandi, dia tidak akan bertindak apa-apa.”
Prok! Prok! Prok….!
Maida bertepuk tangan, “Semakin hari kamu semakin pandai, Naya! Saya suka itu. Setidaknya saya punya lawan yang seimbang.”
Lawan!
Ternyata benar, selama ini wanita itu menganggap Menantunya, lawan.
“Apa masih ada yang ingin Mama bicarakan?”
Jika mertuanya menganggap Lawan, untuk apa dia berbasa-basi lagi.