Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana lagu-lagu berbahasa Arab bisa menyentuh hati meski kita tak sepenuhnya paham artinya. 'Ya Habibana Ali Haul Solo' salah satunya—dengar pertama kali dari video klip Sufi yang direkomendasikan algoritma, dan langsung terpana oleh melodinya yang penuh kerinduan. Setelah ngubek-ngubek forum musik dunia, ketemu penjelasan bahwa ini bagian dari pujian untuk Nabi Muhammad. 'Ya Habib' itu panggilan sayang kayak 'Wahai Kekasih', sementara 'Ali Haul Solo' merujuk pada keagungan Allah. Gabungannya jadi semacam doa yang merangkum cinta pada Rasul dan ketuhanan.
Yang bikin menarik, ternyata lirik ini sering dibawakan dengan gaya berbeda-beda tergantung aliran tarikatnya—ada yang slow dan meditatif, ada juga yang dipadu tabuhan gendang sampai bikin merinding. Aku sendiri suka versi ala Farsi yang lebih teatrikal, dengan vocal break emosional di bagian 'Haul Solo'-nya. Jadi inget komentar di YouTube: 'Bahasa mungkin jadi tembok, tapi getarannya langsung nyampe ke tulang sumsum'. Persis kayak pengalamanku pas pertama kali denger.