Jelajah Jelita
Sayup-sayup terdengar gemericik air yang mengalir terhalang bebatuan, membuat arus air terpecah dan menimbulkan suara yang begitu menyejukkan di telinga.
“Tuh, ada suara air mengalir, kan? Berarti ada kehidupan di sini. Itu berarti juga, kita sudah lumayan dekat dengan puncak Bukit Renjana,” tanggap Baruno optimis walaupun ia juga tidak terlalu yakin bahwa mereka sudah dekat dengan tujuan. Tetapi setidaknya, hal itu dapat sedikit melegakan rasa lelah Jelita. Jelita melanjutkan pendakiannya dengan sedikit terseok-seok.
“Kok jalannya begitu, masih sakit ya betismu karena tadi tertusuk tumbuhan Duri Jarum?” tanya Baruno.
Bab Populer