Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cundhamani (Panah Api)

Cundhamani (Panah Api)

Kini hanya ada langit kelabu buah dari api Cundhamani-nya. Suara teriakan prajurit musuh masih riuh terdengar. Pun begitu dengan suara api membakar apa pun yang disentuhnya. Juga suara desis air laut yang menguap. Ujung-ujung pangkal anak panah yang naik turun di dada Arya mengikuti helaan napas, sudah memudarkan rasa sakit yang ia derita. “Arya!”
1098.7K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Read
+Library
My Handsome Partner

My Handsome Partner

Tapi Senja tak punya bukti apapun untuk membuka kebenaran itu. Malam masih mendebarkan, karena jika api tidak bisa dipadamkan, bisa saja melahap seluruh permukaan bukit dan sekitarnya. Senja menunggu kabar dari Bayu dan tim lain di Pos Utama. Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Saat ini kondisi tubuhnya sedang kurang baik. Langit belum juga terang meski sudah pagi. Asap dari kebakaran masih menutupi bukit. Pemandangan lain belum terlihat karena kabut masih menutupinya.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Read
+Library
BUKIT TENGKORAK

BUKIT TENGKORAK

tanya Bulan yang sesekali menguap. “Seharusnya tengah malam kalau lancar. Tapi Abang tak yakin. Kita masi harus bersembunyi lagi dan tidak bisa membawa truk ke sana. Medan di bukit jauh lebih berat daripada di pesisir.”
103.4K viewsCompletedAdded to Library 134 Times as lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Read
+Library
Milky Legends

Milky Legends

Mereka berjalan menelusuri bukit untuk mencapai ke puncaknya. Beberapa menit kemudian, mereka akhirnya tiba di puncak Bukit Magazone. Disana terlihat Lei sedang berlatih menembak bersama dengan Verto. “Tembakanmu masih kurang akurat, coba tembak lagi.” Kata Verto sambil menggoyangkan apel yang ada dikepalanya. “Iya, ini sangat sulit.” Keluh Lei yang berfokus pada apel yang ada di atas kepalanya.
9.810.9K viewsOngoingAdded to Library 337 Times as lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Read
+Library
Ujung Koridor

Ujung Koridor

sahut cowok itu. "Lo serius kita manjat? Ini tinggi gila. Gue mana bisa." keluh Airin cepat. Bagaimana bisa ia memanjat tembok setinggi itu. Alvin memang rada-rada. "Ya kita manjatlah. Mau gimana lagi? Kecuali kalau lo bisa terbang yaudah gausah manjat." ucap Alvin. Airin hanya menghela nafas. Bagaimana bisaaa?
102.8K viewsOn holdAdded to Library 102 Times as lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Read
+Library
Surga yang Berdarah : Reinkarnasi Sang Kaisar Terbuang

Surga yang Berdarah : Reinkarnasi Sang Kaisar Terbuang

Di dinding lorong, rune api MERAH berkedip, memantulkan bayangan mereka dan bayangan ibu yang menunggu di puncak. Di setiap 100 meter, terdapat “Pijakan Api” batu api merah yang berkilat, yang menunjukkan “ingatan api” kilas balik 1 detik dari siapa yang pernah naik lorong ini dan apa yang mereka tinggalkan. Pijakan ke 100: kilas balik muncul: Dewi Surga muda menatap bayi Xue Feng, tersenyum, tapi mata berlinang air mata, seolah tahu apa yang akan terjadi.
933 viewsOngoingAdded to Library 35 Times as lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Read
+Library
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

“Jin Kaki Batu! Tunggu dulu! Kembali!” Di balik kabut di kejauhan sana Maithatarun hentikan langkahnya lalu berbalik. Hatinya bertanya-tanya ada apa Jin Terjungkir Langit memanggilnya. Tetapi justru ketika Maithatarun membalik, pada saat yang sama satu gelombang api sangat dahsyat berkiblat seolah mencurah dari langit. Maithatarun cepat melompat mundur. Nyala api mengobari kawasan lembah. Ketika akhirnya kobaran api itu sirna Jin Terjungkir Langit tidak kelihatan lagi di tempatnya.
1031.9K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Dari kejauhan sudah mulai nampak deretan bukit-bukit hijau, daratan Lampung. Semilir angin laut menerbangkan ujung rambut Lili yang tergerai. Sementara Rianti, tangannya sambil memegangi topi lebar yang melindungi wajah hingga tengkuknya dari sengatan matahari. Rianti lalu mengeluarkan ponselnya dan berfoto selfie dengan Lili. Sementara, di dalam kamar hotel Novotel Lampung. Wandi sedang tengkurap di atas kasur yang begitu lembut dan empuk. Dia baru saja hendak beristirahat, karena baru sampai di sana.
108.9K viewsOngoingAdded to Library 240 Times as lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Read
+Library
Arya Tumanggala 2

Arya Tumanggala 2

Masih ada api yang menyala, tetapi sangat kecil. Jelaslah jika tumpukan jasad manusia itu sebenarnya hendak dibakar. Namun agaknya api yang belum terlalu besar kalah oleh kabut yang sudah keburu turun. Banyaknya jasad yang belum terbakar itulah yang mengundang kedatangan kawanan burung bangkai. "Agaknya benar dugaanku!" desis Tumanggala lagi. Lalu pandangan sang wira tamtama tertuju pada bukit kecil memanjang di sebelah air terjun. Hati kecilnya mendorong ia untuk segera memeriksa tempat tersebut.
1015.8K viewsCompletedAdded to Library 363 Times as lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Read
+Library
Rahasia Alkimia Warisan Tersembunyi

Rahasia Alkimia Warisan Tersembunyi

Dan di kejauhan, di puncak menara api Sekte Seribu Api, seorang pria berjubah merah sedang menatap ke arah langit, seolah merasakan kehadiran seorang pesaing baru. > ????: "Api Roh Bumi… Jadi pewarisnya akhirnya muncul."
104.8K viewsCompletedAdded to Library 164 Times as lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status