Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kesatria Tangan Peniru

Kesatria Tangan Peniru

Di pinggir jalan terdapat lereng bukit yang tidak terlalu curam, tingginya lebih dari Lima meter, saat hendak mendaki lereng bukit tersebut, tiba-tiba terdengar suara tembakan. Peluru-peluru berat mengalir masuk, dan dia harus menunduk ke samping. "Dor Dor Dor!" Peluru kembali menyerang. Dia menatap peluru dengan matanya, dan langsung melihat lintasan peluru, Dia memutar tubuhnya, menghindari peluru satu per satu, menendang kaki kanannya ke tanah, dan bangkit dari tanah, berlari ke atas lereng bukit. . .
1018.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 690 Beses bilang lereng bukit
Read
+Library
Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Perjalanan ke Bukit Lembayung Dua hari kemudian, dengan restu Inayah, Naya dan beberapa anak dari Rumah Langit Biru berangkat ke bukit itu. Perjalanan mereka memakan waktu setengah hari, melewati hutan kecil dan jalan berbatu. Tapi Naya berjalan paling depan, seperti dituntun oleh sesuatu yang tak terlihat. Ketika mereka tiba di puncak, senja sudah menunggu—warna oranye berbaur dengan ungu, memantul di permukaan air danau. Di sana, di batu besar di tepi air, masih terukir tulisan samar:
1.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 49 Beses bilang lereng bukit
Read
+Library
Dendam Permaisuri yang Terbuang

Dendam Permaisuri yang Terbuang

"Suara mereka sangat dekat tapi aku …." "Kau lihat itu." Nyi Gendeng menunjuk ke arah air terjun. "Itu Curug Sidangkrong, di mana terdapat bukit alang-alang yang menghalangi pandangan manusia biasa." Nyi Gendeng melangkah mendekati air terjun, dia melirik ke arah Rengganis dengan ekor mata. "Tidak ada seorang pun yang akan melihat Curug Sidangkrong tanpa kecuali aku yang menginginkan. Tutuplah matamu!" Perintahnya, Rengganis mengikuti walau jantung berdebar kencang menahan rasa takut.
1024.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 966 Beses bilang lereng bukit
Read
+Library
SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

sahut Kuntala meluruskan pandangannya ke arah bukit tersebut. "Itu adalah bukit Sanca, Lembah Naga ada di balik bukit itu!" jawab Ramandika. Kemudian duduk di samping Kuntala, "Sebaiknya kita istirahat di sini saja! Karena perjalanan ke sana tidak jauh lagi," jelasnya. "Kalau memang seperti itu, lebih baik kita bermalam di sini saja! Esok pagi baru kita lanjutkan perjalanan kita," saran Sandika.
1032.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.1K Beses bilang lereng bukit
Read
+Library
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Air terjun Pangkung! *********************************************************************
104.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 99 Beses bilang lereng bukit
Read
+Library
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Elang sering bercerita bahwa untuk mendapatkan sinyal yang cukup stabil guna mengirimkan satu pesan suara atau foto berpiksel rendah, ia harus berjalan kaki selama empat puluh menit menanjak menuju sebuah bukit yang dinamai penduduk lokal sebagai 'Bukit Halo'. "Aksa, dengar ini," suara Elang dalam rekaman itu selalu diiringi desau angin yang kencang. "Ini suara laut dari atas bukit. Warnanya biru tua, hampir ungu. Aku sedang membayangkan kamu di sini dengan buku sketsamu, pasti kamu bingung memilih gradasi cat airnya."
103.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 85 Beses bilang lereng bukit
Read
+Library
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Waktu terasa melambat ketika sosok itu semakin dekat, dan akhirnya berhenti beberapa meter di depannya. Dan sebelum Gracya bisa memikirkan apa yang terjadi, sosok itu tiba-tiba melakukan sesuatu yang sangat tidak mungkin. Sosok itu merunduk, tubuhnya melengkung, dan kemudian, dengan kecepatan yang mengerikan, ia merangkak ke atas. Ya, ke atas. Sosok itu merayap dengan perut besar di belakang, seperti laba-laba yang memanjat langit-langit. Kepalanya tetap terbalik 180 derajat, memandang ke arah Gracya dengan wajah tanpa ekspresi, meskipun tidak ada mata di sana.
1.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 20 Beses bilang lereng bukit
Read
+Library
Legenda Negeri Kaili

Legenda Negeri Kaili

Xiao Long melirik ke jendela lagi, menatapnya sekilas. "Ehm! Itu baik-baik saja. Lagipula di dataran tengah banyak kota maupun tempat-tempat yang ramai. Di pegunungan selatan hanya ada Lembah Selaksa Bunga dan Lembah Ular." Dong Xiu Bai terkekeh pelan.
107.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 245 Beses bilang lereng bukit
Read
+Library
Milky Legends

Milky Legends

Mereka berjalan menelusuri bukit untuk mencapai ke puncaknya. Beberapa menit kemudian, mereka akhirnya tiba di puncak Bukit Magazone. Disana terlihat Lei sedang berlatih menembak bersama dengan Verto. “Tembakanmu masih kurang akurat, coba tembak lagi.” Kata Verto sambil menggoyangkan apel yang ada dikepalanya. “Iya, ini sangat sulit.” Keluh Lei yang berfokus pada apel yang ada di atas kepalanya.
9.810.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 372 Beses bilang lereng bukit
Read
+Library
Terjebak Pesona Bos

Terjebak Pesona Bos

jelasnya meregangkakn kedua tangannya. “gleggg” aku telan ludah sendiri melihat dua gunung yang bergetar. “view pemandangnnya bagusan mana, di luar apa disini?” bella sengaja menggeliatkan badannya sampai seolah buah dadanya mau lompat keluar.dan sedikit ada putting yang mengintip “itu lah, bukit kembar di tengah rembulan” bella jalan mendekatiku sambil merangkul leher dan mencium bibirku,
1021.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 829 Beses bilang lereng bukit
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status