Penguasa Dewa Naga
jawab Akara sambil mengusap rambut adiknya dan pintu ruangan terbuka, lalu masuklah seorang wanita yang membawa nampan berisi beberapa perhiasan dan secarik kertas kecil.
"Permisi, ini beberapa perhiasan yang rusak dan total ganti ruginya," ujarnya sambil menyodorkan nampan tadi di atas meja. Akara langsung meraih secarik kertas tadi dan melihat isi tulisannya.
"Seribu dua ratus Pala?" ucapnya saat membaca tulisan itu.
"Iya tuan, Pala adalah mata uang kekaisaran Amerta, atau bisa ditukar benda dengan nilai yang sama,"