Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ranjang Panas Milik Tuan Lukas

Ranjang Panas Milik Tuan Lukas

sapa nya. "Selamat malam Nyonya Rita, senang bertemu anda kembali setelah hampir setahun semenjak pertemun terakhir kita," sapa Sean berbasa basi.Wanita itu hanya mengangguk dan tersenyum simpul tanpa menjawab. "Oh iya di samping Tuan Sean ini?" tanya Nyonya Rita. "Dia kakaku," jawab Sean manis. "Ah iya, apakah kau di CEO sementara perusahaan Tuan Liem?" tanya Nyonya RIta pada Lukas.
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 507 kali sebagai lima sekawan
Baca
+Pustaka
Lenyap Bersama Kenangan

Lenyap Bersama Kenangan

Aku membuka ponsel, di urutan pertama topik viral tertulis besar, [Kenangan Masa Sekolah Ridho! Saat aku menekannya, muncul kutipan buku hariannya. “Hari ini Lovina sakit, aku diam-diam masuk ke kamarnya dan menjaganya semalaman. Wajahnya sangat lucu saat tidur, seperti anak kucing.” “Lovina bilang mau makan kue dari toko ujung kota. Aku keliling seharian sampai ketemu. Lihat dia tersenyum bahagia, rasanya semua usaha itu terbayarkan.”
13.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 556 kali sebagai lima sekawan
Baca
+Pustaka
Petaka Reuni

Petaka Reuni

Apalagi soal jodoh. "Maaf Tante, tapi perkara aku mau nikah cepat apa nggak bukan urusan Tante! Lagipula bukannya Mila juga belum nikah? Dia sama aku kan seumuran." Kirana dan Mila memang pernah satu angkatan di SMA. "Kamu jangan nyamain anak Tante sama kamu! Mila mah gadis baik-baik," kata Bu Rini dengan nada tidak suka
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai lima sekawan
Baca
+Pustaka
ALVAREZ

ALVAREZ

Harusnya dari sini udah kelihatan banget betapa perfeksionisnya cowok itu. "Garen, Libra, Juan, Laut, Runa, Nara, Lauren. Empat cowok, tiga cewek." Selena menyebutkan. "Review satu-satu." "Garen, atlet muda Muay Thai. Dia kuat banget. Level lima." "Libra sama Juan kayak Archie sama Ray. Kocak, keliatan kosong otaknya, tapi gue perhatiin cerdik juga kalo sama lawan. Yang paling penting, mereka setia kawan!"
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai lima sekawan
Baca
+Pustaka
Lima Tahun Sebelum Tragedi Pernikahanku

Lima Tahun Sebelum Tragedi Pernikahanku

Ada sebuah caption tertulis di sana. “Kamu ingin tahu suamimu sedang apa? Dia sedang menikmati makan malam dengan seorang wanita cantik, Kinan. Asal kamu tahu dia adalah wanita yang selama ini dikejar Saka, salah satu mantan kekasihnya saat kuliah dulu. Jadi kamu masih tidak percaya dengan ucapanku tentang siapa Saka?”
1071.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai lima sekawan
Baca
+Pustaka
Lelaki Idaman

Lelaki Idaman

Kami berdua melangkah, menuju salah satu dari bangunan itu setelah Haris memesan beberapa makanan pada pelayan. Aku memandangi sekitar. Banyak kolam-kolam yang dibuat di sana. Masing-masing dipenuhi bunga teratai dan bunga air lainnya. Di sana juga ada beberapa patung binatang, membuat nuansa seakan kami sedang mengunjuni kebun binatang. Aku suka sekali dengan konsep tempat makan pilihan Haris. Dia memiliki selera yang bagus dalam memilih tempat yang menjadi tempat kencan pertama kami, meskipun tidak bisa dibilang begitu.
106.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai lima sekawan
Baca
+Pustaka
Pacar Sejuta Umat

Pacar Sejuta Umat

Elang sepertinya tak pernah bosan menggoda Rere. "Mmm .... Dewa, lagi?!" Seru Rere, jengah. "Sudahlah, sekarang kita langsung berangkat aja, biar bisa sampai tepat waktu." ujar Ema sambil berdiri dari duduknya. "Mbak Sinta, makasih ya gaunnya," ujar Rere, yang mengulurkan tangannya hingga bersalaman dengan Sinta. "Sama-sama, Mbak." Jawab Sinta, ramah. Dan mengantarkan tamunya hingga di ambang pintu ruang kerja.
1034.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 969 kali sebagai lima sekawan
Baca
+Pustaka
Love in Campus

Love in Campus

Hilda membelalakkan matanya “kamu gak diapa – apain kan sama Jeremy?.” “Mami kaya gak pernah muda aja, tenang kita main aman” Sica mengedipkan matanya membuat Hilda menatap tajam “mami cukup restuin kita karena aku yakin Jeremy adalah yang terbaik sama seperti papi.” “Bukankah enak kalau udah nikah” Hilda menatap Miko yang duduk disampingnya bersama Luna “karena mereka berisik banget kalau dikamar, mi.”
1025.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 666 kali sebagai lima sekawan
Baca
+Pustaka
Kelana

Kelana

tanya Rei. Lana menggeleng. "Enggak, Mas Rei. Saya mau mampir ke tempat teman saya dulu," jawab Lana jujur. Sebab setelah ini ia memang berencana mampir ke coffee shop tempat Arga bekerja, sekaligus meet up dengan Bian, sahabatnya sejak kuliah hingga kini. "Oh, gitu. Tadinya sih mau ajak makan siang gitu, sambil ngobrol-ngobrol santai soal tulis-menulis," ujar Rei.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai lima sekawan
Baca
+Pustaka
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Kami hanya menyaksikan kejadian itu dengan pilu, sambil sesekali memandangi Aisya yang terlihat masih syok. Romlah menatap pilu ke arah rumahnya, yang kini hanya bersisa kerangka. Romlah menangis, tanpa ada satu orang pun yang mau peduli padanya. Romlah, Bu Daung, Bu Rahma dan Bu Ningsih. Mereka adalah sekawan, ibu-ibu yang hobi bergosip ria. Namun, Bu Romlah yang paling terkenal julid. "Romlah- Romlah, saya loh sudah peringatkan tempo itu, kamu jangan usil lagi, eh, kamu nya ngeyel." Bu Daung mulai berkata.
1099.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai lima sekawan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status