Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Dia menatap Elara serius. "Aku tidak peduli politik, Elara. Tapi aku setuju satu hal: Orang tua yang mengatur hidup anaknya itu menyebalkan." Elara tersenyum miring. "Jawaban yang cukup bagus." Tiba-tiba, pintu warung didobrak. Tiga orang pria bertubuh besar masuk. Tubuh mereka dimodifikasi dengan cyberware murah—lengan mekanik berkarat, mata implan yang menyala merah. Mereka adalah Scavengers, preman lokal Distrik 9.
1023.4K viewsCompletedAdded to Library 631 Times as lima sekawan
Read
+Library
Lima Suami Buas Itu Tak Ingin Melepaskanku!

Lima Suami Buas Itu Tak Ingin Melepaskanku!

000 Koin Eros diterima. [Sisa utang Tuan Rumah: 50.000 Koin Eros. Teruslah berjuang!] Vania menghela napas sangat lega. Beban di dadanya terasa sedikit terangkat. "Setidaknya setengah bebanku sudah hilang. Sekarang, buka Toko Sistem. Aku mau beli sepaket perlengkapan kemah kelas atas. Yang punya pemanas ruangan, kasur empuk sebesar mungkin, dan pastinya harus kedap suara."
108.5K viewsCompletedAdded to Library 340 Times as lima sekawan
Read
+Library
Ranjang Panas Milik Tuan Lukas

Ranjang Panas Milik Tuan Lukas

sapa nya. "Selamat malam Nyonya Rita, senang bertemu anda kembali setelah hampir setahun semenjak pertemun terakhir kita," sapa Sean berbasa basi.Wanita itu hanya mengangguk dan tersenyum simpul tanpa menjawab. "Oh iya di samping Tuan Sean ini?" tanya Nyonya Rita. "Dia kakaku," jawab Sean manis. "Ah iya, apakah kau di CEO sementara perusahaan Tuan Liem?" tanya Nyonya RIta pada Lukas.
1018.4K viewsCompletedAdded to Library 515 Times as lima sekawan
Read
+Library
Lenyap Bersama Kenangan

Lenyap Bersama Kenangan

Aku membuka ponsel, di urutan pertama topik viral tertulis besar, [Kenangan Masa Sekolah Ridho! Saat aku menekannya, muncul kutipan buku hariannya. “Hari ini Lovina sakit, aku diam-diam masuk ke kamarnya dan menjaganya semalaman. Wajahnya sangat lucu saat tidur, seperti anak kucing.” “Lovina bilang mau makan kue dari toko ujung kota. Aku keliling seharian sampai ketemu. Lihat dia tersenyum bahagia, rasanya semua usaha itu terbayarkan.”
14.0K viewsCompletedAdded to Library 561 Times as lima sekawan
Read
+Library
Petaka Reuni

Petaka Reuni

Apalagi soal jodoh. "Maaf Tante, tapi perkara aku mau nikah cepat apa nggak bukan urusan Tante! Lagipula bukannya Mila juga belum nikah? Dia sama aku kan seumuran." Kirana dan Mila memang pernah satu angkatan di SMA. "Kamu jangan nyamain anak Tante sama kamu! Mila mah gadis baik-baik," kata Bu Rini dengan nada tidak suka
102.9K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as lima sekawan
Read
+Library
Lima Tahun Sebelum Tragedi Pernikahanku

Lima Tahun Sebelum Tragedi Pernikahanku

Ada sebuah caption tertulis di sana. “Kamu ingin tahu suamimu sedang apa? Dia sedang menikmati makan malam dengan seorang wanita cantik, Kinan. Asal kamu tahu dia adalah wanita yang selama ini dikejar Saka, salah satu mantan kekasihnya saat kuliah dulu. Jadi kamu masih tidak percaya dengan ucapanku tentang siapa Saka?”
1071.7K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as lima sekawan
Read
+Library
Lelaki Idaman

Lelaki Idaman

Kami berdua melangkah, menuju salah satu dari bangunan itu setelah Haris memesan beberapa makanan pada pelayan. Aku memandangi sekitar. Banyak kolam-kolam yang dibuat di sana. Masing-masing dipenuhi bunga teratai dan bunga air lainnya. Di sana juga ada beberapa patung binatang, membuat nuansa seakan kami sedang mengunjuni kebun binatang. Aku suka sekali dengan konsep tempat makan pilihan Haris. Dia memiliki selera yang bagus dalam memilih tempat yang menjadi tempat kencan pertama kami, meskipun tidak bisa dibilang begitu.
106.3K viewsOn holdAdded to Library 176 Times as lima sekawan
Read
+Library
Pacar Sejuta Umat

Pacar Sejuta Umat

Elang sepertinya tak pernah bosan menggoda Rere. "Mmm .... Dewa, lagi?!" Seru Rere, jengah. "Sudahlah, sekarang kita langsung berangkat aja, biar bisa sampai tepat waktu." ujar Ema sambil berdiri dari duduknya. "Mbak Sinta, makasih ya gaunnya," ujar Rere, yang mengulurkan tangannya hingga bersalaman dengan Sinta. "Sama-sama, Mbak." Jawab Sinta, ramah. Dan mengantarkan tamunya hingga di ambang pintu ruang kerja.
1034.8K viewsCompletedAdded to Library 974 Times as lima sekawan
Read
+Library
Kelana

Kelana

ketik Lana di chat room. Lana melanjutkan membaca pesan yang lain. Dari grup komunitas menulis di kampus, dari Renata, teman kuliahnya, dan dari nomor asing yang ia tidak kenal. Lana pun membuka pesan dari nomor yang ia tidak kenal itu. " Hello, Lana. Ini Rei," dengan emotikon smile di belakang kalimat. Ah, ternyata Mas Rei, batin Lana. Lana segera menyimpan nomor itu dan membalasnya,
102.5K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as lima sekawan
Read
+Library
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Kami hanya menyaksikan kejadian itu dengan pilu, sambil sesekali memandangi Aisya yang terlihat masih syok. Romlah menatap pilu ke arah rumahnya, yang kini hanya bersisa kerangka. Romlah menangis, tanpa ada satu orang pun yang mau peduli padanya. Romlah, Bu Daung, Bu Rahma dan Bu Ningsih. Mereka adalah sekawan, ibu-ibu yang hobi bergosip ria. Namun, Bu Romlah yang paling terkenal julid. "Romlah- Romlah, saya loh sudah peringatkan tempo itu, kamu jangan usil lagi, eh, kamu nya ngeyel." Bu Daung mulai berkata.
10100.3K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as lima sekawan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status