Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu Tak Ternilai

Menantu Tak Ternilai

Dia paham dengan apa yang dikatakan Lee Kemudian Lee melakukan gerakan selanjutnya yaitu Single Hand Circle. Dia menggerakkan tangan kanan memutar di depan. Lalu dia menggantinya dengan tangan kiri. "Pastikan kamu menarik napas ketika tangan naik ke atas, buang napasmu ketika tanganmu turun." Setelah itu Lee melakukan gerakan lain yaitu Double Hand Circle. Gerakannya sama memutar, bedanya kali ini dia menggunakan dua tangan.
8.129.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 882 kali sebagai lipatan leher
Baca
+Pustaka
REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI

REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI

“N—ngghh…!” Lucan mencoba mengangkat kepalanya. Lehernya bergetar, rahangnya mengeras. Otot-otot lengannya menegang, tubuhnya berusaha bergerak—perlahan, tertatih—namun ikatan itu tidak bergeser sedikit pun. “Argh… aahh—!”
10587 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai lipatan leher
Baca
+Pustaka
Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster

Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster

Mata besarnya yang jernih seperti air musim gugur yang berkilau. Ryan berkata, "Tubuh manusia itu satu kesatuan. Semua jalur meridian saling terhubung dan membentuk satu sirkulasi besar. Sakit kepalamu memang karena bahu dan leher, tapi jalur meridian itu memanjang sampai ke kaki. Harus dibuka seluruhnya, baru sakit kepalamu bisa hilang." Feliska mengedipkan mata indahnya, masih tampak sedikit bingung.
10108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai lipatan leher
Baca
+Pustaka
Godaan Pilot Perkasa: Terjebak Janda Cantik dan Anaknya

Godaan Pilot Perkasa: Terjebak Janda Cantik dan Anaknya

Ia mengurut dengan teknik memijat lembut pangkal leher dan bahu dengan gerakan melingkar dan meremas otot, lalu menggerakkan sendi bahu perlahan, serta meregangkan otot dengan memutar bahu untuk meredakan pegal atau nyeri pada bahu… “Ahhh… enak sekali pijatanmu, Mahes…” gumam Emma dengan mulut terbuka. “Ulangi sekali lagi yang barusan itu, Mahes,” pintanya. Mahes pun kembali memijat Emma dengan teknik memijat lembut pangkal leher.
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai lipatan leher
Baca
+Pustaka
The Nine Tails of Time Traveler

The Nine Tails of Time Traveler

Fokus mata mendelik lebar diikuti dengan urat yang menegang. Kini, gerak-gerik dari badan leher mulai berputar-putar. Gumiho menampakkan kegarangannya di balik tali yang mengikat dirinya sangat kuat. Melirik dari arah samping, menyorot dua bola mata yang sudah berubah.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai lipatan leher
Baca
+Pustaka
Pelayan Kecil Idaman Tuan Majikan

Pelayan Kecil Idaman Tuan Majikan

Keyla mengambil ponsel dan mulai berselancar di dunia maya. “Kompres dingin lalu kompres hangat. Pijat lembut untuk melancarkan sirkulasi. Oleskan bahan alam seperti lidah buaya, atau krim vitamin K atau C. Tutup dengan foundation. Jangan digosok kasar akrena akan bisa memperburuknya. Bagus.” Keyla kembali ke kamar mandi. Dia memilih air dingin untuk mengkompres leher serta dadanya.
1014.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 372 kali sebagai lipatan leher
Baca
+Pustaka
Pesugihan Tumbal Nyai

Pesugihan Tumbal Nyai

Berulang kali ia tersengal menahan sesak karena panas itu makin naik ke bagian kepala. Mata Lisa terbelalak saat merasa ada sebuah benda yang melilit leher dengan kuat. Ia meraba-raba bagian tersebut, tetapi tidak ada benda apa pun yang menjerat. Rasa sakitnya sangat nyata, Lisa sampai kesulitan bernapas. Air mata sudah menetes menegaskan betapa sakitnya cekikan benda gaib di leher itu. “Allah Allah Allah.”
48.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai lipatan leher
Baca
+Pustaka
Setelah Bapak Tiada

Setelah Bapak Tiada

ujarnya di sela-sela pekerjaan yang ia lakukan. Butuh sekian menit untuk menuntaskan pembersihan bekas luka tersebut. Pengangga leherku kemudian dibuka. Suster tersebut memberi arahan untuk mulai belajar geleng kiri, geleng kanan, dengan ritme sangat pelan. Setiap kali aku coba, setiap itu pula aku memekik. Ngilu berdenyut sampai ke puncak kepala. "Diulang-ulang terus, sampai terbiasa. Tujuannya agar rileks dan otot di leher tidak kaku. Bisa ya, semangat pulih, Dek!" serunya sebelum pergi lagi.
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 902 kali sebagai lipatan leher
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status