Terjerat Gairah Pembantu Cantik
Ia menghela napas panjang, lalu mulai meraba bagian belakang lehernya, mencari ujung resleting.
Dengan sedikit usaha, ia berhasil menemukan resletingnya dan mulai menariknya ke bawah. Namun, baru turun beberapa senti, resleting itu tersendat. Nilam mengerutkan kening dan mencoba menariknya lagi, tapi tetap tidak bergerak.
"Hah? Kok gak bisa?"
Ia berusaha lebih keras, bahkan sampai menaikkan sikunya ke belakang untuk meraih lebih jauh. Tapi bukannya terbuka, resleting itu justru makin terasa seret.