Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi
Aku sebenarnya belum ingin pulang, tetapi ketika tempat itu makin berisik karena pertunjukan yang makin vulgar di atas panggung, aku memutuskan untuk berdiri dan pergi.
"Aku pulang dulu ya. Besok pagi aku ada rapat," kataku.
Mereka mulai protes, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena aku langsung membalikkan badan.
Aku berjalan menuju area parkir. Di sana, aku melihat seorang perempuan berlari. Dilihat dari pakaiannya, dia mungkin salah satu perempuan yang bekerja di bar.
Aku hanya menggeleng, tetapi tidak bisa menahan rasa iba padanya. Apa pun masalah perempuan itu, aku tidak terlalu peduli.