Bukan Sekedar Sahabat
Tepat menghadap menara Eiffel.
Jantung Fina nyaris melompat dari sarangnya. Bau ini, dekapan ini, benar-benar begitu memabukkan dan menenangkan. Jiwa Fina yang beberapa tahun ini seakan mati, mulai bersemi kembali. Sementara Zio, seakan menemukan kembali serpihan tulangnya yang sempat hilang. Kelap-kelip lampu semakin terlihat mempesona saat malam semakin menggelap. Keduanya hanya berdiri saling mendekap. Tiba-tiba ada serombongan orang yang menyanyikan lagu berbahasa Perancis dengan syair-syair yang roomantis. Zio menggerakkan tubuhnya dan tubuh Fina, jadilah keduanya seperti berdansa dengan masih memeluk erat.
“Je t'aime,” bisik Zio di telinga Fina.