Kirana, Cinta Sejatiku
"
Suasana di sekitar seketika menjadi canggung.
Kedua orang tua yang memuji Sendra dan Kirana memandang kedua orang ini lagi, sepertinya menyesali apa yang sudah mereka katakan. Sorot mata mereka pun berubah sulit diartikan.
"Jelita, Kirana masih sakit dan emosinya nggak boleh terpancing."
Tubuh tinggi Sendra melindungi Kirana di belakangnya, takut aku akan melakukan sesuatu padanya.
"Sendra, kamu minggir dulu. Kak Jelita mungkin salah paham denganku. Mungkin kita harus membicarakannya biar jelas."
Kirana berjuang untuk duduk dari tempat tidur dan tersenyum tipis pada Sendra.