Sentuhan Panas Ayah Tiri
Setelah ini, hapus pesan ini.
Dengan tangan yang masih gemetar, Raisa menekan nomor Gendis.
“Halo?” Suara Gendis terdengar cemas.
“Ndis, ini aku,” bisik Raisa.
“Ra! Kamu tidak apa-apa?” tanya Gendis, suaranya terdengar sangat lega. “Aku khawatir sekali. Bagaimana keadaanmu?”
Mendengar suara sahabatnya, Raisa tidak bisa menahannya lagi. Isak tangis pelan keluar dari bibirnya. “Aku… aku tidak apa-apa, Ndis. Aku hanya… senang mendengar suaramu.”