Duka Cita
Arya mengurai pelukannya, dan berlutut di depan Cita, dan masih tidak peduli dengan tatapan orang-orang.
“Kok, nggak bisa?” Cita mulai cemberut, tetapi hanya berpura-pura. Ia sudah hafal benar, suaminya itu pasti akan memberi jawaban yang konyol.
“Gimana aku mau kerja, kalau nggak dibolehin lirik yang lain.” Arya lantas memejamkan kedua matanya. “Lihat, kalau mataku pejam, nggak ngapa-ngapain dong.”
Hot Chapters