Sentuhan Panas Ayah Tiri
Ia tahu, setiap detik yang terbuang bisa berarti kehilangan Raisa untuk selamanya.
“Aku… aku turun,” gumamnya parau. Ia melepaskan pegangan Rain dan berlari menuju pagar pembatas jalan. Tanpa memedulikan teriakan Rain atau peringatan siapa pun, Alan melompat melewati pagar itu dan mulai menuruni lereng berbatu. Debu beterbangan, batu-batu kecil bergulir di bawah kakinya, suara tanah yang longsor pelan mengiringi setiap pijakannya.
“Alan! jangan!” teriak Rain dari atas, tapi suaranya tertelan angin dan jarak