Simpanan Ayah Angkat
Setelah itu, Alan juga melumat kembali bibir mungil Kanaya dengan ganas.
Tak berhenti di situ saja, Alan kini tampak memasukkan jarinya ke dalam liang hangat milik Kanaya, lalu memainkan jarinya dalam liang hangat itu yang membuat Kanaya berteriak.
"Papa ...!"
"Kau suka, Sayang?" tanya suara bariton milik Alan, yang kini mulai dipenuhi hasrat yang menggelora. Dia lalu melepas pakaian Kanaya, kemudian menerjang kembali tubuh itu, dan bermain di ceruk lehernya, sambil memasukkan asetnya, ke dalam liang hangat milik Kanaya.