Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua
Sekar menatap layar ponselnya beberapa saat, seolah masih mendengar gema tangisan dari seberang.
Tangannya gemetar sedikit saat meletakkan ponsel di samping cangkir teh yang kini sudah dingin. Ia menatap cairan kecokelatan itu, seperti melihat bayangan dirinya sendiri—letih, tapi masih berusaha tersenyum.
📻 Sekar (lembut, dengan nada siaran):
“Untukmu yang sedang berjuang memahami cinta di rumah yang tidak selalu terasa rumah… lagu ini mungkin bisa jadi teman pagi. Kadang, musik lebih pandai menenangkan hati daripada kata-kata.”