Diam-Diam Menikmati
Mobil melaju dalam diam, membelah jalanan malam yang sepi, menuju tempat pertemuan yang katanya penting, tapi tak ada seorang pun yang menjelaskan seberapa pentingnya.
Setibanya di gedung pertemuan, Luna menatap koridor panjang yang membentang di hadapannya. Cahaya remang-remang dari lampu gantung membuat setiap langkah terasa seperti menuju sesuatu yang besar... atau berbahaya. Jantungnya mulai berdebar lebih cepat, dan entah kenapa, udara malam terasa lebih dingin dari biasanya.
Di sebelahnya, Nico berjalan dalam diam. Tak ada semangat di matanya. Tak ada percikan emosi, seolah raganya hanya berfungsi untuk mengantar, sementara pikirannya tertinggal entah di mana.