MAWAR
"Tidak baik menyumpahi ayahmu mati Son, nanti kau bisa kualat,"
Aku menghembuskan nafasku pasrah, lalu aku mendekatkan kembali makananku berniat melanjutkan makan kembali. "Ya, maafkan aku Pah, kau tahu aku hanya bercanda."
Papa hanya menggaguk-nganggukan kepalnya. Tidak nampak tersinggung sedikitpun dengan ucapanku tadi. "Baiklah, selamat besenang-senang dengan istrimu Son." ucapnya lalu kembali menutup pintu dengan suara kekehan yang masih terdengar di telingaku.