SERULING SAKTI SANG NAGA
Suara Nergui kini berubah, tidak lagi lembut melainkan serak dan dalam, seperti geraman binatang buas yang terusik dari tidur panjang.
"Kau apakan kakakku, Siluman Laknat!" bentak Jargal lagi. Suaranya pecah, antara amarah dan putus asa. Ketakutan akan kehilangan sang kakak membuat pria itu kalap. Tangannya terkepal erat, urat-urat di lehernya menonjol menahan emosi yang siap meledak.
"Kakakmu yang mengenakan kulit ini?" Nergui palsu bertanya dengan nada mencemooh. Suaranya kini berubah menjadi desisan mengerikan, seperti ular berbisa yang siap menyerang.