Jeritan Hati Istri yang Tak Pernah Dicintai Sepenuh Hati
"Kamu harus pulang bersama Ibu, Jevan. Lagi pula, ingat janji kita, 'kan? Kita akan bertemu lagi dan bermain bersama-sama."
Mata Jevan langsung membelalak dan terlihat penuh harapan. "Benar juga, kita sudah berjanji. Tolong tepati ya, Pak Tampan. Aku akan menunggu."
"Tentu saja," jawab Dimas dengan tegas, padahal getaran dalam suaranya sudah mengkhianatinya.
Wajah Jevan langsung berbinar-binar dan tersenyum lebar, lalu tiba-tiba melingkarkan kedua lengan kecilnya ke tubuh Dimas.