Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku
Sorot mata hitam dan tenang itu tertuju ke arah kediaman kedua di belakang, rumah berdinding kaca dan kusen kayu ukiran yang cantik, cahaya lilin di meja makan, lampu yang terang, dan suara tawa keluarga itu terdengar begitu bahagia.
Maxim mendorong gagang pintu di hadapannya dengan pelan. Kedatangannya yang membawa rasa suasana dingin dan misterius mulai terasa. Brian bersama anak dan istrinya pun terdiam dengan melihat kedatangannya.
"Maxim," sapa Brian.
Sontak, David dan Arzura beranjak dari duduknya.
"Selamat malam, Paman," sapa David.
"Selamat malam, Maxim," sapa Arzura, wanita itu tersenyum dan menarik satu kursi untuk Maxim. "Mari bergabung makan malam dengan kami," ajaknya.
Hot Chapters