Pernikahan Suami di Rumah Mertua
Mirna mengucapkannya lagi, ia menatap wajah Mayang, lalu berganti pada Kemala.
“Mama selalu memaafkanmu, sekarang tidak ada yang mengganjal lagi di hati mama.” Mayang mengusap kepala Mirna.
Sementara Mayang kehilangan tenaga untuk menerima kenyataan, Kemala justru menguatkan hati untuk membimbing Mirna agar ia dapat mengucapkan dua kalimat yang akan menuntunnya bertemu Sang Maha Kuasa. Mirna tampak agak kesulitan mengerakkan bibirnya. Bibirnya komat-kamit sambil menatap sendu ke arah Kemala. Gerakannya mirip seperti ucapan kata ‘maaf’ tanpa suara. Ruh-nya masih sebatas dada, kristal beningnya mengalir melalui sudut mata dengan tatapan penuh harap.