Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda
Memandang dengan perasaan terenyuh yang mendalam, aku berbisik dengan lidah terpasung;
'Selamat jalan Mariana, maafkan aku yang tidak akan pernah lagi bisa membalas semua ketulusan yang kau curahkan padaku.
'Tuhan, terima dia. Wanita itu sudah terlalu menderita, kasian. Mohon ampuni segala salah juga dosa-dosanya, dan berilah dia tempat yang layak di sisi-Mu, aamiin...'
Detik ini, betapa sebuah kehilangan benar-benar sedang merengasi jiwa raga. Malangnya nasib, aku kehilangan di saat diam-diam sedang menyemai benih-benih pengharapan.