Obsesi Kakak Tiri Mafia
Suaranya baritonnya terdengar sangat dingin, seolah-olah sedang menegaskan kembali dinding pembatas yang sempat retak di kamar motel tadi.
Lyra tidak menoleh. Ia tetap menatap hamparan aspal di luar, tapi bibirnya menyahut dengan intonasi yang tak kalah dingin. "Aku juga tidak pernah berharap monster sepertimu punya rasa terima kasih, Kael. Jadi, simpan saja peringatanmu itu untuk dirimu sendiri.”