Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang
Kita bisa melewati rintik hujan bersama, berjalan beriringan sampai rambut kita memutih dimakan usia, sebuah janji untuk menua bersama.
Dulu, saat membaca itu, air mataku jatuh karena rasa haru yang luar biasa.
Akan tetapi, sekarang, aku sadar bahwa itu hanyalah mimpiku sendiri. Mimpi yang pada akhirnya harus aku wujudkan sendirian.
Aku tetap diam di tepi pantai sampai fajar menyingsing sebelum akhirnya memutuskan untuk melangkah pulang.
Sepanjang malam ini, baik Rangga maupun Ibu, tak satu pun dari mereka yang ingat untuk sekadar bertanya di mana keberadaanku.
Bab Populer