PAMER SUAMI
lirih Inayah, menyusut sudut matanya yang berair.
"Kamu yang menggugat cerai dan kamu juga yang duluan menikah, In. Jangan playing victim!" cetusku
"Iya,aku tahu. Sekarang kalian bahagia, lengkap, bersatu dengan cinta dan punya momongan. Sedangkan aku, sudah tak punya suami, tidak akan bisa punya anak pula. Tidak akan ada lelaki yang mau dengan perempuan tak sempurna kayak aku, Bang."