DONATUR ASI JADI CINTA CEO
“Ya. Toh kita hanya minum, dengar musik, dan menari sedikit. Bisa jadi pelampiasan.”
Nadine tertawa kecil, pahit tetapi ada sedikit gairah yang muncul. “Baiklah. Malam ini, aku ingin melupakan semua yang menyakitkan.”
*-*
Dua jam kemudian, mereka sudah berada di sebuah night club elite di pusat kota. Lampu neon berkelip, musik EDM bergemuruh, tubuh-tubuh bergerak dalam riuh pesta malam. Nadine mengenakan gaun hitam simpel yang Cindy pilihkan, make-up tipis menutupi wajah letihnya. Sekilas, ia tampak seperti wanita muda mandiri yang siap menikmati malam.