Atasanku, Suami Keduaku
“Sama seperti keluarga yang menjadi tempat kebahagiaan, kan?”
Arsya terdiam sejenak, lalu berkata perlahan, “Keluarga bukan hanya tentang kebahagiaan, Emmy. Ada luka, ada kehilangan, ada air mata yang tidak bisa diceritakan. Tapi ya … itu juga yang membuat saya bertahan. Karena di balik semua itu, saya ada alasan untuk pulang.” Tatapan Arsya langsung melembut, jemarinya tanpa sadar menyentuh cincin kawin di jari kirinya. Gerakan kecil itu membuat Emmy tercekat. Senyumnya mengendur, seolah ia baru saja menyadari batas yang tak bisa dilintasi.
Capítulos em Alta