His Last Wish (Indonesian)
Ia tidak menggubris teriakan para perawat itu, kembali fokus pada Verdict.
“Soal ken-can, tentu saja!” Verdict melipat kedua tangannya di depan dada, tampak sebal karena harus menjelaskan maksudnya. “Lagian, udah saatnya berhenti tebar pesona gitu ke orang lain.”
“Tebar pesona apa? Maksudmu tadi?” Raymond menunjuk ke belakang, ke arah perawat yang kini melompat senang karena mengira ia menyadari keberadaan mereka. Yah, setengahnya benar, sih. “Itu cuma nyapa, Dodol! Aku bukan tipe kayak kamu atau kakakmu.”
Hot Chapters