Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kak, Aku Kedinginan

Kak, Aku Kedinginan

"Omong kosong. Ketagihan pura-pura mati, ya?" Kak Eki mendorong kacamatanya, sorot matanya dipenuhi rasa muak. "Trik menahan napas dan berpura-pura pingsan seperti itu, cuma bisa menipu orang-orang bodoh seperti kalian." Wajah Kak Dimas bahkan tampak makin muram. "Dia memang nggak tahan melihat Nara bahagia. Harus sekali membuat masalah di saat seperti ini!"
2.9K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as lirik penak konco
Read
+Library
Kultivasi Awan Surga

Kultivasi Awan Surga

Pria berjanggut itu terkekeh saat dia menjelaskan, "Saudara Senior Zhang, 'Penaklukan' adalah lagu yang baru saja populer. Bagian terbaiknya adalah liriknya sangat cocok untuk mereka yang ditaklukkan. Begitu orang-orang bodoh yang terlalu percaya diri ini berlutut dan menyanyikannya, kamu akan mengerti." Mata Murid Zhang berbinar penuh harap. "Kedengarannya seperti ledakan. Buat mereka bernyanyi—aku tidak sabar untuk mendengar membawakan lagu 'Conquest.'" Murid Zhang selalu menyukai hal-hal aneh dan lucu, dan permainan baru yang dijelaskan oleh Pria berjanggut itu langsung menggugah minatnya.
9.2118.3K viewsCompletedAdded to Library 4.6K Times as lirik penak konco
Read
+Library
LORO

LORO

Lir ilir, lir ilir Tandure wis sumilir Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore Mumpung padhang rembulane Mumpung jembar kalangane
104.1K viewsOn holdAdded to Library 138 Times as lirik penak konco
Read
+Library
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

Bayi yang baru berusia satu bulan itu harus pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Aku menghapus air mataku, hatiku terasa hampa seolah-olah semua yang mengikatku ke dunia ini telah hilang. Vincent sama sekali tidak muncul, bahkan hingga anak kami dikuburkan. Beberapa jam kemudian, dunia maya pun menjadi heboh. Foto Vincent dan Syafana yang sedang mencoba gaun pengantin di studio pengantin kelas atas tersebar. Syafana pun mengirim pesan dengan angkuh.
7.1K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as lirik penak konco
Read
+Library
Kontrak Cinta Sang CEO

Kontrak Cinta Sang CEO

Bayangan di Puncak POV Nadira Alya Rendra Suara rekaman itu masih berputar di kepalaku bahkan setelah aku mematikan laptop. Suara laki-laki yang samar, napasnya berat, disertai deru angin gunung yang menggigit. > “Kalau aku nggak turun, tolong bilang sama Arkana… aku nggak pernah benci dia. Aku cuma nggak mau kalah.”
102.1K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as lirik penak konco
Read
+Library
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Sama seperti halnya Nadya, dia pun ingin menyelami seberapa jauh dan dalam hubungan wanita cantik itu dengan Elang. "Saya Nanako, dari Tokyo," sahut Nanako. "Maaf, aku mengagetkanmu Nanako. Sepertinya kita memendam kesedihan yang sama," Nadya berkata tersenyum. "Tak apa Nadya. Bagaimana kau tahu kalau kita memendam kesedihan yang sama Nadya..?" tanya Nanako lagi. "Nama yang kaubisikkan tadi, adalah nama yang membuatku datang ke negeri ini Nanako," sahut Nadya, kini wajahnya agak muram kembali teringat pada Elang.
9.963.7K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as lirik penak konco
Read
+Library
Pocong Andong Penjemput Jiwa

Pocong Andong Penjemput Jiwa

Berminggu-minggu beberapa desa tampak seperti desa mati setelah malam tiba. Hal itu disebabkan karena banyaknya orang meninggal yang ditemukan pada pagi harinya dalam keadaan telungkup. Menurut kabar yang berbedar, mereka meninggal setelah bertemu pocong berwajah hancur dengan kedua bola mata merah besarnya. Kedatangan pocong tersebut juga selalu disertai dengan bunyi gemerincing andong, padahal di desa mereka sama sekali tidak ada yang mempunyainya. Jelas saja itu adalah andong gaib yang tengah ditunggangi oleh pocong penjemput nyawa. Hingga suatu malam, tepatnya pukul 20.10. Arkan yang baru saja pulang mengerjakan tugas di rumah temannya itu dibuat
91.7K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as lirik penak konco
Read
+Library
Siasat Hunter Penakut

Siasat Hunter Penakut

Seru sang Kapten peringkat D memberikan aba-aba tegas. Dalam sekejap, seluruh Hunter langsung menerjang masuk ke dalam pertempuran dengan koordinasi yang telah ditentukan sebelumnya. Suara dentingan logam, rapalan mantra elemen tingkat rendah, dan lolongan serigala langsung pecah memenuhi ruangan goa.
10316 viewsOngoingAdded to Library 7 Times as lirik penak konco
Read
+Library
Penebusanku, Semoga Kau Senang

Penebusanku, Semoga Kau Senang

Salah satu teman sekelas berkata dengan nada mengejek, “Wih, si anak pintar. Kaki kamu kenapa pincang?” Begitu kalimat itu keluar, banyak orang langsung tertawa. Seolah mereka sudah tahu penyebabnya, sengaja melemparnya sebagai bahan lelucon. Reno tersenyum kikuk, lalu tertawa kecil sambil berusaha mencairkan suasana. “Kerja … kerja .…” Dia duduk di pojok dan menarik kakinya ke dalam, menyembunyikannya.
8.3K viewsCompletedAdded to Library 316 Times as lirik penak konco
Read
+Library
Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

Tanya Earl sekali lagi, mengarahkan kameranya pada Alle, wanita itu terlihat tertawa manis dan memukul ringan lengan Earl atas ucapan manis pria itu. “Apa saja yang kau pilihkan, sayang.” Ungkap Alle dengan berani, membuat Earl membelalak tak percaya, namun detik berikutnya dia tertawa, merangkul bahu Alle dan terus mengarahkan recorder-nya, mengabadikan momen mereka berdua di pulau pribadi itu. “Aku ingin snorkling.” “Oke, My Lady.” “Aku ingin barbeque nanti malam.” “Yes, mam.”
1010.0K viewsCompletedAdded to Library 339 Times as lirik penak konco
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status