Demi Anak Angkat, Dia Rela Mengorbankan Nyawa Anak Kandung
Saat usia kehamilanku memasuki delapan bulan, air ketubanku pecah tepat pada hari ulang tahun anak angkat suamiku.
Agar anakku tidak lahir di hari yang sama dengan anak angkatnya, Brady Suratman memaksaku menunggu lewat tengah malam untuk melahirkan. Dia terus menolak membawaku ke rumah sakit, bahkan mengurungku di ruang bawah tanah.
Brady menunduk menatapku, sorot matanya kelam.
"Sandra, kamu ini pintar sekali milih waktu. Sengaja milih hari ulang tahun Carlton untuk melahirkan."
Aku memohon dengan putus asa agar dia mengantarkanku ke rumah sakit. Kekecewaan melintas di mata Brady, sementara nada bicaranya terdengar dingin, "Kamu masih berani bohong sama aku? Aku sudah nanya ke dokter, mesk