Pagi Baru Tanpa Dirimu
Di layar raksasa tertinggi di kawasan pertokoan seberang jalan, video dirinya dan Vivian masih terus diputar.
Keduanya berdiri berdampingan sambil menengadah menatap kembang api, layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta.
Dion berdiri di hadapanku dengan wajah dingin. Dia mencengkeram lenganku lalu menarikku berdiri.
"Malam-malam begini, kenapa kamu malah bikin keributan? Cuma karena aku nggak temani kamu kontrol kehamilan, 'kan? Kenapa sih kamu nggak bisa lebih pengertian?"