Silakan Urus Sendiri Ibumu, Mas!
Aku pun melepaskan pelukanku dari Bu Rahma, kemudian berdiri bertingkah selayaknya seorang pekerja.
"Mbak Asmi, tadi aku mendengar suara jeritan, yang mengatakan kakau Ibu bisa bicara. Tapi kok suara jeritannya mirip banget dengan suaranya Amira ya! Apa Bibi juga mendengarnya," tanya Mas Romi.
"Iya, Tuan, Bibi juga mendengarnya. Bibi kira Bibi saja yang mendengarnya, ternyata Tuan juga mendengarnya ya," sahut Bi Asmi.