Aku pernah kebingungan mencari notasinya sampai akhirnya paham bahwa untuk 'Tombo Ati' versi sholawat tidak ada satu notasi baku yang dipakai oleh semua orang.
Di komunitas keagamaan dan musik tradisional, lagu-lagu seperti 'Tombo Ati' biasanya diadaptasi sesuai gaya kelompok—ada yang pakai not angka (angka 1–7), ada yang menuliskannya ke not balok ala Barat, dan ada juga yang cukup mengandalkan chord gitar atau organ. Kalau kamu cari lembaran, biasanya yang beredar adalah not angka atau chord sederhana (C, G, Am, F, dsb.) untuk memudahkan jamaah ikut. Beberapa pesantren dan grup rebana juga menulisnya dalam notasi kepatihan Jawa untuk pengiring gamelan.
Dari pengalamanku, langkah termudah adalah mencari cover yang kamu suka, lalu pakai aplikasi pendeteksi nada atau coba mentranskrip dengan telinga—kalau belum terbiasa, minta tolong ke pemain musik di lingkungan masjid atau forum musik religius. Aku sering menyimpan beberapa versi notasi yang berbeda supaya bisa menyesuaikan dengan suara atau alat musik yang ada. Intinya: iya, notasi ada, tapi bentuknya beragam dan fleksibel, bukan satu format resmi saja.