Jerat Cinta Sang Juragan
Badannya terasa segar, begitu air dingin khas pegunungan menyentuh kulitnya.
Setelah berwudhu, Aji langsung menggelar sajadah, azan magrib sudah berkumandang lima menit yang lalu, dengan khusyuk Aji memuja Tuhannya sebagai seorang hamba yang mencoba taat atas semua perintah-Nya, mendekatkan diri agar senantiasa rahmat dan kasih sayang-Nya tercurah padanya, berharap setelah semua kejadian yang dilalui hari ini, ada bahagia yang siap dia raih. Juga menyebut nama seseorang setelah selesai tiga rakaatnya dilaksanakan, menyebut dia yang bahkan awalnya tak terbersit menjadikan tujuan, namun tiba-tiba saja begitu sangat diinginkan.
"Mudahkan, ya Allah ... Aamiin," lirihnya menutup segala keluh kesa
Hot Chapters