Pelakor Itu Pembantuku
tuturnya dengan sorot mata sayu.
Gila nih, cowok. Rayuan apa lagi ini. Aku dibilang cantik, padahal aku asli belum mandi, lho. Tadi mau mandi, dia keburu terantuk dan berdarah. Heh, laki-laki berengsek. Pasti ada maunya, nih. Tapi, iya juga, sih. Wajahku kembali nampak cantik sekarang. Padahal ini hasil riasan tadi pagi. Kutatap pantulan wajah di cermin. Benar, aku mulai menemukan wajahku yang dulu, meski belum sepenuhnya.
“Mel, aku enggak mau kita pisah. Tapi, aku enggak bisa lepas dari Harum,” sergahnya kemudian.
Capítulos em Alta