Moonlight Kiss
Setelah kesadaranku pulih sepenuhnya, beberapa saat kemudian aku mulai dapat membalas perkataannya, “Apa?”
“Aku ingin menatap wajahmu,” ujarnya. “Tidak boleh?”
“Kenapa kau ingin menatapku?” ujarku dengan nada suara yang berusaha kutinggikan.
“Karena kau cantik.”
Sebuah jawaban yang membuatku terdiam. Ada seorang laki-laki tampan menyebutku cantik, langsung di depan mukaku sendiri. Tentu saja membuat perasaanku bercampur aduk tidak keruan. Kaget, resah, malu, tersanjung, dan berdebar muncul bercampur baur secara bersamaan. Kalau tidak kutahan barangkali pipi ini akan bersemu merah karena pujiannya.
ตอนยอดนิยม