My Love Blows
ketus Jeania asal-asalan.
“Dih apaan sih, lo!?” sergah Carina mengelak mentah-mentah. Semula wajahnya yang hanya menghadap langit-langit kamar kini menolehkannya kepada Jeania.
“Gue kasih tau... yang pertama masalah make up,” ujar Carina sembari menyodorkan jari telunjuknya ke atas. “Yang namanya manusia itu pasti ingin tampil perfect, kan? Makanya itu gue harus make make up tiap hari bahkan kalau bisa tiap jam. Gue sadar Jen, gua gak seimut lo dan muka gue gak secantik Kak Asya. Jadi gue cuma bisa berusaha buat jaga muka gue aja, gua gak mau berharap lebih sampai ngedapetin cowo,” jelas Carina panjang lebar, membuat hati Jeania terenyuh.
Bab Populer