Koma
Lucu banget sih, dia.
"Iya, gue suka sama lo yang selalu nepatin janji. Buat pura-pura gak saling kenal." Jelasku, berusaha senatural mungkin.
Tatapan serius Rimba berubah menjadi tatapan bodoh, ia mengerjap-ngerjap beberapa kali, dia terlihat salah tingkah. Namun dia berusaha menutupinya dengan kembali melukis.
"Oh, iya. Namanya juga bisnis." balasnya sambil kembali sibuk melukis.
Hot Chapters