Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Queen Janda Pirang

The Queen Janda Pirang

tanya teman -temannya yang merasa kehilangan. "Aku? Hemm ... Habis main aja. Ayaah mana?" tanya Pinka sambil mencari -cari keberadaan Ayahnya. "Wowww ... Barbie Madam sudah kembali? cantik sekali bajumu. Sudah bahagia? Merasakan surga dunia? Enak kan? Coba dari dulu kamu mau? Kamu sudah kaya," ucap Madam Rose yang berjalan emndekati Pinka dan menyentuh Pinka lalu menatap tubuh Pinka dari atas sampai bawah.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai barbie and the pink shoes
Baca
+Pustaka
Kami Tanpa Kamu

Kami Tanpa Kamu

Bajunya warna pink dan berambut pirang, sangat cantik. Cheril hanya menggerakkan kaki sembari meremas jarinya, terlihat ingin juga diberikan boneka dengan memandang ibu mertua yang berada di samping Zila. Perhatian kecil dari ibu mertua pasti akan membuat bocah itu senang. "Bagus, 'kan?" tanya Zila sembari memperlihatkan rambut Barbie yang dia sisir. Cheril mengangguk, ingin memegangnya juga. Tangannya mencoba terulur. Mungkin ingin sekedar menyentuh boneka cantik di hadapannya.
10117.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai barbie and the pink shoes
Baca
+Pustaka
Om, I Love You!!

Om, I Love You!!

Ia bahkan tidak tahu, Brisya menyukai karakter apa. Ragu, Haris meraih Barbie princess yang mencuri perhatiannya. Rambut Barbie itu berwarna coklat, sama persis dengan rambut Brisya. Melihat Barbie itu mengingatkan Haris pada adik kecilnya di Panti. Ia tersenyum lega dan membawa boneka itu ke kasir.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 531 kali sebagai barbie and the pink shoes
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Muda Si Tuan Muda

Menjadi Istri Muda Si Tuan Muda

puji Paulina saat melihat Rose keluar dengan pakaian serba pink dan aksesoris berwarna senada. “Sekarang bukannya memang lagi musimnya barbie. Aku melihat itu akan ditayangkan di setiap bioksop yang ada di negara ini.” Queen berkata dengan sangat kagum. “Kau sangat pintar, Sayang. Aku memang terinspirasi dari semua itu. Apa aku terlihat norak?” tanya Rose dan berputar memperlihatkan penampilannya. “Sama sekali tidak, Nenek. Itu sangat indah dan cantik menawan. Aku akan belajar darimu untuk menggunakan make up ala barbie.”
9.8730.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.0K kali sebagai barbie and the pink shoes
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
My Barbie

My Barbie

Mike menggelengkan kepalanya lalu menarik tangannya dari genggaman tangan Barbie. “Wanita gila!” umpatnya lalu pergi meninggalkan Barbie dari depan cermin. Mike pergi ke kamar mandi sementara Barbie segera berdiri dari kursinya. Barbie menatap masker di atas meja, Barbie mengambil benda tersebut lalu meremasnya dalam genggaman tangannya. Langkahnya begitu mantap dengan stiletto pada kedua kakinya. Gaun panjang merah cerah tanpa kerah membuatnya cantik sempurna, tubuhnya yang berlekuk terlihat begitu seksi dan menarik. Dari segudang acara yang harus dia datangi pagi ini Barbie memilih pergi ke toko Nyonya Kean sebelum memenuhi semua jadwalnya. ***
716 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai barbie and the pink shoes
Baca
+Pustaka
I'M Not Your Barbie Girl

I'M Not Your Barbie Girl

Aku sendiri memilih potongan gaun simple Alexander McQueen yang sopan untuk pesta siang hari, warna netral coklat muda yang tidak terlalu menarik perhatian. "Ohh Nona Charlotte, kita pernah bertemu sebelumnya, ternyata kau yang menemani Ethan kesini. Senang bertemu kembali..." Aku membalas salamnya, sopan sekali gadis ini, mungkin sudah terlatih di acara sosial kelas atas.
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai barbie and the pink shoes
Baca
+Pustaka
Cinderella and Her Boots

Cinderella and Her Boots

Mengamati sebentar sebelum memutuskan untuk masuk. 'Kling' Lonceng yang ada di dekat pintu berbunyi ketika aku membuka pintu. Seorang wanita penjaga toko yang duduk di balik meja kasir menatapku sejenak, sambil tersenyum ramah dia mengucapkan selamat datang. Aku tersenyum kikuk, menyelipkan anak rambut yang mencuat keluar dari cepolan asal rambutku ke belakang telinga, aku melangkah menuju rak-rak yang khusus memajang sepatu jenis boots. Sebenarnya aku membawa sebelah sepatu bootsku, aku bisa saja menanyakan pada penjaga toko itu apa ada sepatu boots seperti ini. Tapi aku lebih memilih mencari sendiri, sekalian melihat-lihat, pikirku.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai barbie and the pink shoes
Baca
+Pustaka
Audacity

Audacity

Langkah pun melambat. Aku merasa menginjak sesuatu yang kenyal dan sedikit hangat. Semoga pisang semoga pisang. Ternyata bukan, tapi tai anjing. "Maaf, semua salahku." Wow, lihat barbie ini. Berkulit gelap, rambut sedikit ikal, berbikini minim, ramping. Ok, dia bakal masuk kamarku malam ini. "Josh!" Dia menghardik bocah kecil yang bermain pasir bersama anjing golden gate besar berbulu warna kuning cerah.
9.714.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 360 kali sebagai barbie and the pink shoes
Baca
+Pustaka
Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Nanti si Jo makin besar kepala pula. Kami berdua lalu tiba di bagian counter sepatu. Jo menarik tanganku dan membawa ke deretan sepatu wanita. Dia langsung menyambar sebuah sneaker putih dengan sol tinggi bermodel gerigi. Sneakers tersebut memiliki tali warna pink yang manis dan terkesan imut. “Bagus untukmu. Cobain, deh.”
1065.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai barbie and the pink shoes
Baca
+Pustaka
Lelaki Berengsek Yang Ternyata Ku Cinta

Lelaki Berengsek Yang Ternyata Ku Cinta

“Lah, papa mau tetap di situ liatin Mel ganti baju? Umur Mel udah 20 tahun, pa, malu dong di liatin papa meskipun aslinya aku jago malu-maluin.” Fendy terpaksa mengulum senyum mendengar seloroh putrinya, kemudian keluar dan menutup pintu kamar Melody. Waktu sepuluh menit yang di berikan benar di hitung dengan seksama. Lima menit kemudian Fendy sudah mengetuk pintu, beberapa saat di ketuk tapi tak ada sahutan. Takut anaknya kabur lewat lubang angin-angin, pintu segera dia buka paksa tanpa permisi. Kepala lelaki itu segera mundur dengan mimik terkejut. Sesosok barbie dewasa dengan wajah cantiknya tengah berdiri tegak tepat di depannya. Barbie berbaju dress warna coklat muda model sederhana kek
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 618 kali sebagai barbie and the pink shoes
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status