Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SPERANZA

SPERANZA

teriak Byakta dan kembali membersihkan kamarnya. Speranza melongo. "Dia memaki ku?" gumam Speranza tak percaya. Dia berdiri dan mengambil bantal yang dilemparkan Byakta ke arahnya. Speranza melempar bantal itu ke arah Byakta dengan sangat kuat. "JANGAN PERNAH MEMAKI KU, BRENGSEK!!" teriak Speranza menatap Byakta dengan tajam. Byakta yang mendapatkan perlakuan itu kesal setengah mati. Dia menggulung lengan bajunya yang pendek dan mengambil bantal yang berada diatas ranjang.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as mangled
Read
+Library
Contract With Mafia Tengil

Contract With Mafia Tengil

uang yang di tawarkan pria tadi memang sangat menggiurkan, terlebih saat ini Aisya sangat membutuhkan uang untuk kedua orang tuanya. Namun, Aisya tak mau terjerumus kedalam lembah hitam seperti prostitusi, karena satu kali kamu melakukan hal itu, maka kamu akan terikat dosa selamanya. Hal yang paling Aisya takuti adalah, jika dia terjerumus maka dia takut tidak bisa lepas dari dunia malam yang menjijikan itu. Semua sudah Aisya pikirkan, apalagi setelah Tesa memberitahu Aisya jika dunia prostitusi sangatlah menakutkan, dan Tesa sangat memperingati Aisya agar Aisya tidak tergiur oleh tawaran fantastis dari pria hidung belang yang menawarnya. Ya, Tesa adalah anak buah Mami Bunga, germo terkena
959 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as mangled
Read
+Library
RUSAK

RUSAK

Ancamnya dengan muka nyolot serta mata yang terlihat mau keluar. "ANDA INI TIDAK PUNYA TATA KRAMA YA?! BAJU DOANG KEREN KELAKUAN KAYAK BINATANG MAIN SELONONG MASUK KE RUMAH PEREMPUAN!" Dengusnya sambil berkacak pinggang di tengah-tengah pintu masuk. Rima memamg tipe perempuan badas yang tidak kenal takut meski dengan lawan gendernya.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as mangled
Read
+Library
Fake

Fake

Dido menatap Shena intens, lalu menepuk pundak Adit dengan semangat. “Sakit anjing,” teriak Adit. “Lo ngapain sama Naura hah? Gila itu bibir lo kok merah? Wah… wah bos gila lo masih pagi ini bos.” Adit menatap Dido heran, apa yang lagi dibahas oleh Dido? Adit tidak mengerti. “Lo ngomong apa sik? Kasih tahu gue,” rengek Adit frustasi. “Itu, bos kita Dit udah gede. Anjir Shen, jawab benar lo lakuin itu ke Naura?”
2.2K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as mangled
Read
+Library
JandA

JandA

Ucap Melda lirih. "Saya orang yang perhitungan, Nona Melda! Saya tak mau perusahaan ini mengeluarkan uang percuma hanya untuk menggaji atasan yang tak becus dan pandai mengurus karyawannya! APA KALIAN SEMUA DENGAR ITU! AKU, ALINE ANDERSON, PEMILIK SEKALIGUS PEMIMPIN ALINE PUBLISHING AKAN SEGERA MEROMBAK SEMUA KEPALA DEPARTEMEN YANG ADA DI PERUSAHAAN INI!"
105.1K viewsOn holdAdded to Library 183 Times as mangled
Read
+Library
Mistake

Mistake

kata thea menentang dua mug kuning dengan gambar bear . "pecah engak kalau di bawa pulang " "nanti di bungkua pake kardus jadi gak bakalan pecah". "yaudah beli berapa gitu jangan warna kuning aja , warna lainnya juga". thea mengangguk dia pun langsung mengambil mug berwarna kuning , merah , putih , tosca dan biru tentunya dengan gambar yang berbeda ya dan gak sama.
8.712.0K viewsCompletedAdded to Library 454 Times as mangled
Read
+Library
MADU HITAM

MADU HITAM

Acara lelang pun hancur lebur oleh pertikaian yang belum usai. Saat Justin ingin melangkah, Jackob menghadangnya dan memukul pundaknya. Alina terhuyung jatuh ke lantai, tubuhnya tak seimbang, penglihatannya mulai buram. "Hentikan, Jackob!" teriak Justin. Musuhnya tersenyum sinis, menarik kerah Justin dan mencengkeram rahangnya kuat-kuat. "Kau seharusnya tahu, jika kalian ingin selamat!" tegas Jackob. Sebuah pisau di tangan kanannya telah siap menancap sempurna, akan memberikan sayatan tajam. "Cepat tanda tangan!" perintahnya arogan. "Hentikan!" Jonathan berseru dengan suara baritonnya. Tanpa belas kasihan, Jackob melayangkan tusukan pada Justin hingga darah mengucur dan Justin meringis kesak
782 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as mangled
Read
+Library
Sang mantan

Sang mantan

Bio mengkode pada Inka jika Mohan sudah pergi, secepat kilat Inka melepaskan pelukannya pada Kanz, menendang kaki Kanz serta mendorong tubuhnya. Membuat Kanz yang tak siap pun terjengkang jatuh terhempas ke belakang. "Awhh!" ringis Kanz kesakitan saat punggungnya jatuh menyentuh tanah dan nyeri pada kakinya yang di tendang Inka.
13.3K viewsCompletedAdded to Library 373 Times as mangled
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status