Gairah Liar Istriku
Suaranya pelan, hampir seperti berbicara pada dirinya sendiri.
Ia menekan sebuah tombol, layar lain menampilkan Nara yang duduk terpekur. Sorot mata Dita melembut seketika. Ada sesuatu di balik tatapan itu: rindu yang teredam, amarah yang menunggu waktu, dan cinta yang terlalu pekat untuk dibedakan dari obsesi. Sebuah obsesi gila.
"Semuanya harus runtuh, supaya dia melihatku. Supaya dia tahu... siapa satu-satunya manusia yang ada untuknya," katanya lagi.