KUIKUTI PERMAINAN MANISMU
Ia langsung membeliak.
"Apa-apaan kamu?!"
Gantian kini kuinjak kakinya dan menyerang masa depannya.
"Aw!" Ia berteriak keras.
Kuseret ia ke depan. Di saat begini, ia pasti takkan bisa memberontak.
Brak!
Kuhempaskan tangannya, hingga ia terjatuh.
"Kamu ingat, Mas! Aku, Meli, takkan bisa lagi kamu ancam. Makan itu sanksi sosial! Salah siapa, kamu memancingku untuk bertindak!"