MENGEJAR CINTA SANG MANTAN ISTRI
"Aku janji, apa pun keadaannya, kamu enggak akan pernah kehilangan suamimu ini. Aku akan tetap cinta sama kamu sampai kapan pun. Kamu percaya, 'kan, Sayang?"
Asya mengangguk dengan air mata yang berlinang.
"Aku enggak akan mampu ninggalin kamu, Sayang. Apalagi sekarang ada dua jagoan kita, semakin enggak sanggup aku pergi dari kamu. Bahkan aku juga yakin, maut pun enggak akan mampu misahin kita."
Tangis Asya semakin keras mendengar ucapanku. Malam ini, akhirnya kami tidur dengan perasaan lega karena masalah tentang kepergianku besok akhirnya selesai.
Capítulos em Alta