TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU
Aku tak bisa marah menatap mata indahnya itu.
“Kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dari Abang. Lelaki yang memang kamu butuhkan, untuk menemanimu. Abang tahu perjalananmu ke depan tidak akan mudah. Kamu butuh partner yang super hebat, super kuat. Dan Abang, bukan lagi manusia yang kuat, Abang sekarang lemah.”
“Lemah? Jangan mendahului Allah, Bang. Lihat tubuh Abang, kokoh begini, penuh otot. Lemah yang seperti apa?”