Perjalanan Sang Batara
Itu membuatnya terlihat sangat menawan.
"Kau pandai mengira-ngira pendekar. Jujur saja, aku mengagumi dirimu sejak kejadian di atas panggung. Dan hari ini, kau telah lolos ujian saat menaiki seratus anak tangga. Jika kau mempunyai keraguan sedikit saja, kau akan mati di hajar dua ratus Buta Bala Serewu. Namun kau berhasil lolos. Benar kata bopo, kau adalah keturunan makhluk setengah dewa setengah manusia. Itu sebabnya mereka para Buta Bala Serewu tidak berani menyerang mu." kata Iyana Tunggadewi membuat Jaka lagi-lagi terheran-heran.
"Berarti benar perkiraan ku waktu melewati mereka. Aku merasa mereka hidup. Tadinya aku pikir hanyalah perasaanku saja..." ucap Jaka.