TEMAN WANITA AYAHKU
Suara Guoqian pelan, tatapannya melembut, seolah berharap ucapannya bisa menembus dinding hati Ida.
Wanita itu sendiri menghela napas panjang, matanya menatap lantai mengilap di bawah kaki mereka. “Tapi, Mas, aku harus banyak pertimbangan. Kamu mungkin tahu kalau aku ini orang setengah baik.”
“Setengah baik?” Guoqian mengerutkan kening.
“Iya,” jawab Ida menoleh, menatapnya dengan sorot mata yang tajam sekaligus lelah, “setengah hatiku tulus, setengah lagi penuh rencana.”