Sama-sama Egois
“Mas, aku tidak apa-apa, sebaiknya, Mas Bima, kembali kesana. Aku takut kalau suamiku salah paham lagi. Aku mohon!”
“Baiklah, segera kembali makanan sudah datang. Tenangkan hatimu dulu, jangan menangis.”
“Iya Mas. Terimakasih tissunya,” ucapku, kuperlihatkan senyuman semanis madu yang kupunya, ia membalas senyumanku lalu pergi.
Hot Chapters