Tergoda Mantan
“Kayaknya Ayah masih di ruang kerjanya ya? Ibu ke ruangan Ayah dulu ya. Kamu sana cepat ke meja makan.”
Dengan cepat Berta menghilang, naik ke lantai dua untuk menghampiri Ayah dan mengajaknya makan malam. Marlo memerhatikan langkahnya yang lincah. Tidak heran karena Berta masih muda, jauh lebih muda dari usia Ayah dan Marlo benci itu. Mungkin kalau yang tidak betul-betul mengenal keluarga mereka, Berta akan dicap sebagai kakak tertua Marlo dibandingkan seorang ibu atau juga istri dari Ayah. Fakta yang menyakitkan.
Marlo bangkit berdiri, pergi ke meja makan, dan duduk di salah satu bangku. Bangku yang biasa dia tempati.